Minggu, 21 September 2014

Salah Persepsi

Saya bersama Aryo, Akhbar, Naufal, Dinar, Ana dan Novia

Malam kemaren (20 september 2014) saya malam mingguan. Cuma ngasih tau aja sih kalo seorang singleman juga bisa malam mingguan ya walau malam minggunya gak khusus-khusus amat. Malam minggu kali ini sedikit berbeda, karena saya malam mingguan bersama teman-teman seperjuangan yang sekarang udah pada mencar di kampusnya masing-masing.

Sebelum malam mingguan, saya sore mingguan dulu. Karena saya dari kosan harus ke rumah teman saya (baca : ke rumah Novi) terlebih dahulu bukan ke tempat janjian yang udah di tentuin. Alasannya, Si Pembawa Tongsis Dan Topi Kupluk (SPTDPK) BBM saya sebelumnya buat temenin dia di rumah Novi.

Katanya dia agak sungkan di sana soalnya Novinya belum pulang kuliah dan dia kayak orang mau ngepel aja (baca : ngapel). Dan Ibunov juga baik banget karena banyak nyuguhin makanan. dll. Akhirnya saya langsung kesena walau sempat agak lupa sama rumah Novi. Tapi akhirnya ketemu juga dan langsung magriban dulu bareng si SPTDPK.

Kamis, 18 September 2014

Kau Beruntung Sobat

Pada tahun 2009 saya pindah sekolah dan ganti seragam. Yang dulunya SMP pindah Ke SLTA. Yang dulunya putih biru, ganti jadi putih abu-abu. Ehem..ehem. *batuk.

Wajah-wajah sebelum jaman Android

Pertama kalinya masuk sekolah dulu, belum begitu bayak teman yang saya punya di sekolah baru tersebut. semua masih SIBA (siswa baru). Di dalam kelas, masih banyak yang diam karena malu. Tapi ada juga yang udah ribut/ rame seolah mereka sudah akrab satu sama lain. Yaah, setiap orang beda-beda. Ada yang cepat akrab dan ada yang butuh proses panjang untuk bisa akrab.

Beberapa hari kemudian di hari ketiga, saya mengamati seorang anak yang satu kelas dengan saya. Waktu itu saya masuk sekolah siang. Jadi biasanya saya lebih awal datang ke sekolah ya kiria-kira setengah jam sebelum masuk saya sudah di sekolah.

Nah, karena saya datang duluan dan sambil nunggu di depan kelas beberapa menit kemudian datang juga teman sekelas saya yang lain. Waktu itu kita tidak saling kenal. Karena semua SIBA, maka semua anak potongan rambutnya botak 1 cm. gak ada yang panjang.

Tapi teman saya yang yang satu ini ptongan rambutnya gak botak. Rambutnya masih lumayan panjang di banding kami yang waktu itu masih menjadi SIBA korban MOS. Rambutnya berdiri-berdiri kaku, orangnya kurus dan hidungnya mancung gede kayak terong. Haha. Damai bro.

Minggu, 14 September 2014

Tenang, gak usah buru-buru !

Latepost. Kejadiannya sih udah beberapa hari yang lalu yaitu hari jum’at kemaren. Tapi baru bisa ngepost sekarang. Biasalah sok sibuk sampe gak sempat nulis lagi. Hari ini baru niat buat ngepost. Kenapa?. Karena rasa malunya masih ada. Udah.


Jadi gini ceritanya. Kemaren jum’at saya ada kuliah pagi dan sore. Dan hari itu kebetulan pake jaket. Kuliah pagi biasa aja. Masih tetap kupu-kupu (baca : kuliah pulang kuliah pulang). Jam kuliah pagi seleseai, cus langsung pulang.

Sampe kos laptopan, makan, solat jum’at, tidur. Aktivitas paling menyenangkan deh yang terakhir itu. Tidur sampe jam 14.30 habis itu mandi, lanjut solat, langsung deh ngampus lagi. Tetep pake jaket yang tadi. Sampe kelas, oh mahasiswa spesial satu ini terlambat terus.

Iya beneran, kalo udah kuliah siang atau sore gitu pasti bawaannya telat mulu. Gak tau deh kenapa. Mungkin karena gak niat aja kali ya. Hehe. Ya enggak lah.

Senin, 01 September 2014

Sibuk Membicarakanmu di Belakang

Kemaren ketika pagi-pagi saya online, gak sengaja saya baca statusnya ustad felixsiauw.

Nggak usah khawatir kalau orang ngomongin kamu dibelakangmu | berarti kamu masih di depan dan teruslah ada di depan :)


Setelah baca status tersebut, saya lebih semangat lagi untuk menjadikan hidup ini lebih bahagia, ceria dan berwarna dengan terus menambah peningkatan beserta kebaikan untuk setiap harinya.

Hilangkan rasa kekhawatiran atas apa yang orang lain bicarakan di belakang. Kita gak pernah tau apa yang orang lain bicarakan di belakang kita. kita hanya tau sebuah hasilnya seperti  teman, kenalan, kerabat dll tiba-tiba menjauhi, menjaga jarak bahkan memutus hubungan dengan kita. Luar biasa banget ya.

Kita pun sudah tau bahwa kita hidup selalu ada orang yang menyukai dan ada yang membenci. Kedua hal tersebut akan selalu ada, siapapun kita. karena kita menjadi orang baik selalu ada yang mencela begitupun orang jahat yang selalu ada pembela.

Don’t worry brother, kita cukup menjadi orang baik saja. Biarkan mereka sibuk membicarakan kita di belakang sedangkan kita sibuk untuk mencari kebaikan. Waktu terlalu singkat bila di habiskan untuk membicarkan orang lain.

Kamis, 28 Agustus 2014

Belajar Dari Seorang Teman

Pertemanan adalah salah satu kunci untuk perkembangan diri

Berbagi pengalaman dengan sedikit bercerita, saya mempunyai seorang teman yang baik. saya sangat menyukai satu kebiasaannya yang tidak saya miliki. Tapi saya katakan bahwa itu bukanlah kebiasaan tapi kelebihan.

Semenjak kita kenal dan akrab, saya suka mengamati dia. Sangat jarang orang seumuran dia memiliki satu kelebihan khas seperti itu. dia adalah orang yang tepat janji. Ketika berjanji, berusaha dia tepati dengan optimal.

Salah satunya adalah ketika kami janjian. Semisal ketemuan atau buat suatu rencana jam sekian di tempat sekian. Satu kalipun saya tidak pernah liat dia ingkar. Dan selalu tepat seperti apa yang kita rencanakan sebelumnya.

Dulu waktu masih pertama kali kenal, kemudian kita buat janjian. “besok kerumahku dulu ya jam 9? Baru kita sama-sama kesananya. Jam 9 lo ya. Awas kamu ngaret.” “Oke.” Jawab dia.