Minggu, 14 Februari 2016

Hati Yang Tulus



Suatu hari saya dapat kesempatan untuk nonton salah satu film komedi Indonesia. “Upen Cupen the Movie” yang di lakoni oleh para komika. Babe dkk. Film itu memang tentang kemodi, tapi tetap memberikan pesan moral yang berharga. Yang saya dapati ialah tentang hati yang tulus.

Saya ceritakan singkat bahwa di film tersebut ada seorang anak kampung dari timur yang diberikan tugas oleh ayahnya untuk mencari saudara kembarnya yang sudah lama hilang. Ayahnya mendapatkan isyarat dari mimpi kalo anaknya yang hilang itu masih hidup.

Kemudian anak timur ini (Celo) pergi merantau untuk mencari saudara kembarnya (Bomel). Di dalam perjalanannya, Celo bertemu dengan seorang pengusaha yang sudah kacau. Babe. Dia bangkrut dan terlilit hutang yang akhirnya jatuh miskin dan dikejar-kejar oleh dekoleptor.

Selasa, 09 Februari 2016

Sayonara Jogjakarta



Jogjakarta, Done!


Apa maksudnya? Agar dapat memahami maksud “Jogjakarta, Done!” ada baiknya teman-teman yang lagi baca tulisan ini, mampir terlebih dahulu ke postingan saya sebelumnya yaitu 8 keinginan di tahun 2016

Nggak perlu di baca semua kok, cukup baca yang nomor 1 aja, itu sudah mewakili prolog dari tulisan saya kali ini. Tapi kalau mau di baca semuanya juga nggak masalah, justru itu lebih baik.

Oke, sudah dibaca? Sudah dibuka linknya? Sudah dilihat? –Saya anggap sudah ya ^^

Kamis, 31 Desember 2015

8 Keinginan di Tahun 2016


Kali ini saya akan menulis apa saja keinginan saya di tahun depan sekaligus menjadi postingan terakhir saya di tahun 2015 ini. Sejenis resolusi, tapi nggak juga sih. Hahahaha....

Minggu, 27 Desember 2015

Di Tampar Film Youtube


Baru saja saya nonton salah satu film pendek yang ada di youtube. Menurut saya filmnya bagus banget. Cocok, dan juga kekinian. Tidak hanya sekedar kualitas videonya yang apik, tapi juga banyak mengandung makna yang luar biasa sehingga setelah saya nonton, saya berkata pada diri saya sendiri

“tuh lu banget. Masih mau lu kek gitu?”

Hahahaha. Saya kesindir habis, saya di tampar telak. Soalnya film pendek itu saya banget.

Oke jadi gini, di film pendek tersebut ada seorang mahasiswa yang bangun kesiangan, kemudian buru-buru berangkat ke kampus. Karena sudah terlambat, dia pun nggak sempat mandi, nggak sempat gosok gigi. Pergi dengan tergesa-gesa, lari dan kemudian dia lupa pake celana, lari lagi dan kemudian kepeleset gara-gara keinjek kulit pisang, lari lagi dan kemudian nabrak tembok gara-gara liat cewe cantik, lari lagi ternyata liftnya masih di lantai 5, dan akhirnya dia naik leawat tangga.

Sabtu, 26 Desember 2015

Tiga Hari Ini


Jujur saja setelah aktivitas perkuliahan di “hentikan” sementara dan di ganti dengan pekan sunyi ini, saya makin malas-malasan di kos. Semacam mensyukuri waktu yang ada. “kapan lagi coba bisa nyantai kayak gini, manfaatkan sebaik-baiknya!”