Jumat, 31 Oktober 2014

Today is My Day : 31 Oktober 2014

Today is my day. Hari ini, jum’at 31 oktober memang hariku. Kenapa?. Karena hari ini merupakan saya banget. Yah, mungkin sudah ada yang mengerti bahwa hari ini adalah akhir bulan dan itu merupakan siksaan buat orang-orang semacam saya. Enggak kok, bukan itu yang saya maksud walau itu salah satunya juga penyebab dari today is my day. Hehe..

Today is my day. Saya akan menyinggung sedikit tentang akhir bulan, sebelum cerita yang sebenarnya terungkap. Hoho..

Akhir bulan buat saya emang gak enak banget. Pertama, uang semakin menipis dan hidup akan mendekati gelandangan. Kedua, yang ada di kepala kalo udah perut lapar udah gak bisa bayangin bentuk paha, dada, punggung dan ceker ayam. Karena sadar diri aja sih badget tinggal berapa (baca : tempe ya tempe aja. Mie ya mie aja !!). eitts,, mie enggak ya.. akhir bulan saya masih bisa makan selain mie. Lanjut aja bacanya.

Tadi pagi sehabis pulang kuliah, temen-temen pada ngajakin makan dan saya Cuma bisa menjawab “aku gak ada uang bro.” dengan nada minta belas kasihan.  Sangat meyedihkan, orang ini berusaha menutupi rasa gelisahnya karena lapar dengan mengalihkan aktivitas yang tadinya di ajakin makan, berubah ngajakin temannya buat belajar bareng. Soalnya ntar sorenya ada ujian.

Jumat, 17 Oktober 2014

Kaget!! Tiba-tiba Dicium

Sudah pernah dengar kata cium?. Atau mungkin ada yang belum tau cium itu apa?. Ah, masa iya belum tau. Haruskah saya jelaskan terlebih dahulu?. Udah-udah lewati aja, saya tau kok yang baca ini pinter-pinter, cerdas-cerdas dan ganteng-ganteng/cantik-cantik. (saya sedang muji lho).

Bagi saya ketika kita dicium tandanya orang tersebut sayang terhadap kita. Kita juga pernah mencium atau dicium. Ya contohnya aja sewaktu kita kecil pas baru lahir sampai balita, sudah berapa banyak kita dapat ciuman dari orang-orang yang menyangi/ mencintai kita. Itu adalah kenangan kita masing-masing.

Kita mungkin sudah lupa apa yang kita rasakan saat itu. kita akan mengerti bagaimana rasa sayang yang oranglain berikan kepada kita saat itu ketika kita juga melakukan hal yang sama kepada oranglain.

Contoh, mungkin saat kita punya adek, ponakan atau anak tetangga yang baru lahir muncul perasaan gemes, sayang, pengen gendong, pegen cium, pengen cubit, atau pengen banting. Setiap orang berbeda-beda pengekspresian rasa sayangnya. Jujur sih, kalo saya udah gemes sama anak kecil tu, pengen rasanya saya makan. Hehe. Becanda, jangan terlalu serius ya bacanya. Nyantai aja.

Senin, 22 September 2014

Masuk Lubang Bekicot


Tau istilah “masuk lubang buaya” ?. ya, itu maksudnya mau cari mati. Saya tidak menggunakan istilah itu karena saya masih hidup dan baik-baik aja sampai dengan sekarang. Maka tepatnya saya menggunakan istilah “masuk lubang bekicot.” Hehe..

Beberapa hari yang lalu ketika saya jalan keluar bersama teman saya. Kami keluar dari sore sampai malam. Ya bisa di bilang sambil refreshing karena semingguan kuliah terus. Keliling kota sambil mencari barang yang mau saya beli tapi pada akhirnya gak ada. Gak ada barang yang ori. Yasudah lah mau gak mau pulang aja.

Minggu, 21 September 2014

Salah Persepsi

Saya bersama Aryo, Akhbar, Naufal, Dinar, Ana dan Novia

Malam kemaren (20 september 2014) saya malam mingguan. Cuma ngasih tau aja sih kalo seorang singleman juga bisa malam mingguan ya walau malam minggunya gak khusus-khusus amat. Malam minggu kali ini sedikit berbeda, karena saya malam mingguan bersama teman-teman seperjuangan yang sekarang udah pada mencar di kampusnya masing-masing.

Sebelum malam mingguan, saya sore mingguan dulu. Karena saya dari kosan harus ke rumah teman saya (baca : ke rumah Novi) terlebih dahulu bukan ke tempat janjian yang udah di tentuin. Alasannya, Si Pembawa Tongsis Dan Topi Kupluk (SPTDPK) BBM saya sebelumnya buat temenin dia di rumah Novi.

Katanya dia agak sungkan di sana soalnya Novinya belum pulang kuliah dan dia kayak orang mau ngepel aja (baca : ngapel). Dan Ibunov juga baik banget karena banyak nyuguhin makanan. dll. Akhirnya saya langsung kesena walau sempat agak lupa sama rumah Novi. Tapi akhirnya ketemu juga dan langsung magriban dulu bareng si SPTDPK.

Kamis, 18 September 2014

Kau Beruntung Sobat

Pada tahun 2009 saya pindah sekolah dan ganti seragam. Yang dulunya SMP pindah Ke SLTA. Yang dulunya putih biru, ganti jadi putih abu-abu. Ehem..ehem. *batuk.

Wajah-wajah sebelum jaman Android

Pertama kalinya masuk sekolah dulu, belum begitu bayak teman yang saya punya di sekolah baru tersebut. semua masih SIBA (siswa baru). Di dalam kelas, masih banyak yang diam karena malu. Tapi ada juga yang udah ribut/ rame seolah mereka sudah akrab satu sama lain. Yaah, setiap orang beda-beda. Ada yang cepat akrab dan ada yang butuh proses panjang untuk bisa akrab.

Beberapa hari kemudian di hari ketiga, saya mengamati seorang anak yang satu kelas dengan saya. Waktu itu saya masuk sekolah siang. Jadi biasanya saya lebih awal datang ke sekolah ya kiria-kira setengah jam sebelum masuk saya sudah di sekolah.

Nah, karena saya datang duluan dan sambil nunggu di depan kelas beberapa menit kemudian datang juga teman sekelas saya yang lain. Waktu itu kita tidak saling kenal. Karena semua SIBA, maka semua anak potongan rambutnya botak 1 cm. gak ada yang panjang.

Tapi teman saya yang yang satu ini ptongan rambutnya gak botak. Rambutnya masih lumayan panjang di banding kami yang waktu itu masih menjadi SIBA korban MOS. Rambutnya berdiri-berdiri kaku, orangnya kurus dan hidungnya mancung gede kayak terong. Haha. Damai bro.