Senin, 05 Januari 2015

Katakan Tidak Pada Beras Merah


Beberapa waktu yang lalu saya menginginkan untuk menjalani hidup yang sehat. Saya ingin menjadi anak kosan yang sehat, bersahaja, baik, bijaksana dan suka menabung. Hallah ~

Hehe. Iya. Benar. Saya menginginkan hidup yang sehat dan semua itu ingin saya mulai dari pola makan saya. Selama ini sebagai orang Indonesia yang berbudi pekerti yang selalu meneruskan budaya bangsa ini yaitu makan nasi. Saya sadari ketergantungan saya dengan nasi ini memang tidak bisa dipisahkan. Karena memang, nasi adalah makanan pokok. “gak makan nasi ya gak kenyang” saya suka dengan semboyan itu. whehehe

Senin, 22 Desember 2014

Cuma Ngucapin Aja. Masa Gak boleh? Lebay !!


Sebagai muslim, banyak yang masih keliru dengan sikap toleransi. Kita ambil saja contohnya perayaan natal yang sebentar lagi akan di rayakan oleh umat nasrani tanggal 25 Desember nanti. Terus apa hubungannya dengan kita sebagai muslim?. Hubungannya ada. Dan dari tahun ke tahun umat muslim akan selalu di hubung-hubungkan dengan perayaan natal ini.

Kita mungkin sering mendengar bahkan sampai heran bahwa kerabat, teman dan sahabat kita mengucapkan selamat natal kepada kaum nasrani. Tidak sedikit dari kita juga heran ada yang masih bersikukuh tidak mau mengucapkan selamat kepada kaum nasrani dalam perayaan natalnya. Heran karena dia tidak bisa menjelaskan kenapa ia tidak mau mengucapkan ucapan selamat itu. Bermula dari sini kita langsung menilai bahwa saudara kita “tidak punya sikap toleransi.”

Rabu, 03 Desember 2014

Kenapa Baru Sekarang ?

ini contoh selfie yang benar

Hay.. hay.. kembali dengan saya yang suka berkicau di blog ini. hehe. 1 bulan terlewati yaitu bulan November. Dalam bulan November saya sama sekali gak ada posting apa-apa. Bukan karena gak ada tema, tapi karena ada sesuatu yang menghambat. Apakah itu? hayo apa?. Saya sibuk dengan tugas-tugas kuliah.

Hallah, alasannya basi banget ya?. Alasan seperti ini udah basi banget pokonya. Sebetulnya bukan sibuk karena tugas, tapi karena emang lagi malas. (pengakuan diri sendiri). Hehe..

Padahal dalam 1 bulan itu buanyak (baca : banyak bet) ide atau tema yang ingin saya tulis. Tapi selalu saja ada hal lain yang mengalihkan perhatian saya. Dan permasalahannya saya fokus dengan hal itu. Jadi lupa deh buat nyisain waktu untuk nulis. Baiklah, kita skip.

Jumat, 31 Oktober 2014

Today is My Day : 31 Oktober 2014

Today is my day. Hari ini, jum’at 31 oktober memang hariku. Kenapa?. Karena hari ini merupakan saya banget. Yah, mungkin sudah ada yang mengerti bahwa hari ini adalah akhir bulan dan itu merupakan siksaan buat orang-orang semacam saya. Enggak kok, bukan itu yang saya maksud walau itu salah satunya juga penyebab dari today is my day. Hehe..

Today is my day. Saya akan menyinggung sedikit tentang akhir bulan, sebelum cerita yang sebenarnya terungkap. Hoho..

Akhir bulan buat saya emang gak enak banget. Pertama, uang semakin menipis dan hidup akan mendekati gelandangan. Kedua, yang ada di kepala kalo udah perut lapar udah gak bisa bayangin bentuk paha, dada, punggung dan ceker ayam. Karena sadar diri aja sih badget tinggal berapa (baca : tempe ya tempe aja. Mie ya mie aja !!). eitts,, mie enggak ya.. akhir bulan saya masih bisa makan selain mie. Lanjut aja bacanya.

Tadi pagi sehabis pulang kuliah, temen-temen pada ngajakin makan dan saya Cuma bisa menjawab “aku gak ada uang bro.” dengan nada minta belas kasihan.  Sangat meyedihkan, orang ini berusaha menutupi rasa gelisahnya karena lapar dengan mengalihkan aktivitas yang tadinya di ajakin makan, berubah ngajakin temannya buat belajar bareng. Soalnya ntar sorenya ada ujian.

Jumat, 17 Oktober 2014

Kaget!! Tiba-tiba Dicium

Sudah pernah dengar kata cium?. Atau mungkin ada yang belum tau cium itu apa?. Ah, masa iya belum tau. Haruskah saya jelaskan terlebih dahulu?. Udah-udah lewati aja, saya tau kok yang baca ini pinter-pinter, cerdas-cerdas dan ganteng-ganteng/cantik-cantik. (saya sedang muji lho).

Bagi saya ketika kita dicium tandanya orang tersebut sayang terhadap kita. Kita juga pernah mencium atau dicium. Ya contohnya aja sewaktu kita kecil pas baru lahir sampai balita, sudah berapa banyak kita dapat ciuman dari orang-orang yang menyangi/ mencintai kita. Itu adalah kenangan kita masing-masing.

Kita mungkin sudah lupa apa yang kita rasakan saat itu. kita akan mengerti bagaimana rasa sayang yang oranglain berikan kepada kita saat itu ketika kita juga melakukan hal yang sama kepada oranglain.

Contoh, mungkin saat kita punya adek, ponakan atau anak tetangga yang baru lahir muncul perasaan gemes, sayang, pengen gendong, pegen cium, pengen cubit, atau pengen banting. Setiap orang berbeda-beda pengekspresian rasa sayangnya. Jujur sih, kalo saya udah gemes sama anak kecil tu, pengen rasanya saya makan. Hehe. Becanda, jangan terlalu serius ya bacanya. Nyantai aja.