Jumat, 20 Juni 2014

Jangan Lupakan Allah ^^

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus..

Yap, Allah adalah Tuhan yang menciptakan Alam semesta, Manusia dan kehidupan. Dia adalah Al Khaliq dan kita adalah “Makhluk.” Dia pantas untuk disembah dan kita pantas untuk “Menyembah.” Weeees sudah jelas to??? Hehehe..

Kadang-kadang kita memang sering lalai atas kewajiban yang sudah Allah kasih kepada kita. karena memang manusia tempatnya salah dan lupa. Untuk itu tak sepantasnya kita merujuk kepada manusia yang sering lupa ini.

Bukan kepada manusia tempat pelarian kita. bukan mereka yang menjadi patokan kita. bukan mereka yang seharusnya menjadi idola mati kita, tetapi ingat ada sang pengingat, “Al Qur’an.”

tempat yang bisa membuat saya tenang

Sampai kapanpun manusia akan “Lupa” | dan sampai kapanpun Al Qur’an akan menjadi “pengingat.”

Dan Al qur’an kalamulloh.. perkataan Allah. Allahu ya Allah. Allah tak butuh kita. Allah tak butuh kekuatan kita. dan Allah tak butuh duit kita. kita lah yang sebenarnya butuh Allah. Untuk itu jangan “belagu” sama Allah. J

Kebanyakan orang datang kepada Allah saat dia sudah merasa sedih, gak punya duit lagi, merasa hidup ini tak ada arti, merasa bahwa dirinya adalah makhluk yang paling tersakiti, merasa bahwa dirinya itu dan ini.

Senin, 10 Februari 2014

Paha ayam aja Rp. 7000,- masa pahamu gratis?

Kali ini saya nulis sebuah judul yang sangat dewasaan, memang bermaksud di tujukan kepada kalangan yang sudah bisa dikatakan dewasa. Dewasa itu seperti apa sih?. Apakah dewasa itu harus tua?. Tentu bukan. Dewasa adalah pilihan, sedangkan tua itu kepastian.

Ada yang masih SMP/ SMA, namun fikirannya dewasa, ada juga yang usianya sudah tua, tapi belum dewasa. Oke, saya bukan membahas tentang kedewasaan. Tapi saya akan membahas “paha” ayam. Enak kan paha ayam?. Gurih.

Saya rasa dari judulnya saja, anda pasti sudah mengerti, kira-kira apa maksudnya. Ya, itu adalah paha (perhiasaan) perempuan. Bukan berarti karena paha ayam itu ada harganya, lantas kemudian

Minggu, 09 Februari 2014

Coba-coba jadi anak nakal

Hallo, kawan semua yang lagi baca tulisan ini. Apa kabar? Hehe.. baik-baik aja kan?.
Jangan terprovokasi sama judulnya ya. Soalnya, maksudnya bukan nakal-nakal gimana gitu.

Nah, kemaren saya jalan-jalan sama temen saya naik motornya. Temen saya ini dulunya tetangga. Ya sebenarnya sih udah saya anggap kayak adek sendiri. Soalnya dia lebih muda dari saya. Bahkan lebih muda dari adek saya.

Berhubung dia juga udah gede sekarang udah SMA, ya sepantaran lah sudah sama saya. Lagian, saya juga kan masih kayak anak SMA. Hehe.. (pede bingit kalo ujarnya cewek-cewek).

Temen saya ini namanya Leo, hobby banget bongkar-bongkar motornya. Warna motor di ubah, knalpotnya di copot, dll. Ya intinya di modofikasi. Pas dia jemput kerumah saya, suara motornya ribut banget. Tetangga-tetangga pada ngeliatin dia.

Bukan karena dia yang mempesona, tapi karena suara knalpotnya yang ribut. Masa’ perhatian orang lebih ke knalpotnya daripada ke dianya. haha *kalah cakep sama knalpot sendiri.

Terus kita jalan dan si Leo ini ketemu sama teman-temannya di mesjid, kita pun singgah. berhubung dia lagi asik ngobrol-ngobrol, saya jadi pengen aja gitu ngerasain pake motornya buat jalan-jalan. Akhirnya saya pake motornya buat keliling-keliling di area situ.

Jihahaha…. Motornya beda benget dari motor-motor yang biasanya saya pake. Karena emang settingan sendiri, jadi ya suka2 dia. Emang ya, kalo orang udah cinta sama barang pribadi, ada aja ke kreatifan yang muncul dari dalam. #iyakaliya_awu ah.

Bum..bum, bukannya kelihatan gagah, tapi kelihatan norak bagi saya sendiri. Tapi gakpapa, saya tetep aja bawa jalan. Sekali doang dalam seumur hidup. Ckckck. YA..HA,, disinilah muncul dalam fikiran, “gini kah ya kalo jadi anak-anak nakal/ geng-geng motor gitu.

Sabtu, 08 Februari 2014

Kita Lebih Beruntung Dari Seorang Pemulung

Belajar gak Cuma ada disekolah, tapi belajar yang lebih luas ternyata ada dikehidupan kita sehari-hari. Kita belajar dari pengalaman, belajar dari kesalahan, belajar dari orang yang lebih tua, belajar dari film yang kita tonton, dsb. Kadang-kadang kita gak sadar ada pelajaran yang sangat berharga yang sudah kita lewatkan bahkan sudah kita sia-siakan.

Tadi malam, saya main ke rumah teman saya. Namanya dillah. Kita udah temenan lama, mulai dari SMP. Dulu sih kita sama-sama anak baru pas masih SMP. Stop!!! Bukan asal-usul pertemanan kami yang mau saya ceritakan, Tapi ini tentang video yang tadi malam saya tonton bareng dillah.

Awalnya sih gak sengaja kita buka youtube, terus ketemu sama video judulnya “pemulung ganteng.” Kami kira video apa, ternyata video acara hitam putih tahun lalu. Kita tonton, ternyata luarr biasa. Vidionya sangat menginspirasi bagi saya.

Singkat cerita, isi dari video itu adalah dia (namanya wahyu) sudah jadi pemulung sejak kelas 4 SD. Karena dia memang terlahir dari keluarga yang tidak berada. Sehingga keadaan memang memaksa dia untuk menjadi seorang pemulung. Karena duit dari hasil mulung, digunakan buat biaya sekolah. Ini yang membuat bulu kuduk saya berdiri.

Dia mulung dari kelas 4 SD sampai kuliah. Bahkan, sudah sampai tahap nyusun sekripsi (2013) luar biasa. Mulai biayain sekolah sendiri dari awal masuk SMP sampai dengan kuliah.

Kamis, 06 Februari 2014

Ibuku Sibuk

Ada banyak hal yang sering dialamin oleh kebanyakan orang. Hal baik ataupun hal yang sedikit kurang baik. Banyak orang yang sering mengeluh dengan permasalahan-permasalahan individu. Kadang juga mengatakan “apakah aku ini kurang beruntung.” Ya, kadang-kadang memang ada permasalahan beruntung dan tidak beruntung. Salah satunya adalah kita punya ibu yang berkarir atau yang tidak berkarir alias (IRT).

Hubungannya apa antara beruntung dan berkarir. Ya, kalo kita punya ibu yang berkarir otomatis penghasilan ekonomi di rumah akan bertambah. Membantu penghasilan bapak. Membawa keuntungan bagi anak semisal mengingankan ini dan itu tidak begitu pusing dengan masalah ekonomi. Tapi benarkah itu untung? Ternyata tidak juga. :D

Saya pribadi dilahirkan dalam keluarga yang sederhana. Bapak saya guru dan ibu saya IRT. Karena Dari kecil sampe besar seperti sekarang ini saya sudah puas dengan kasih sayang dan perhatian yang diberikan. Ketika pagi, ibu sudah menyiapkan sarapan, begitupun siang dan malam. Mengapa bisa seperti itu?. Karena ibu saya IRT. Simple.